Emas Logam Mulia
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada perdagangan komoditas global, khususnya pasar emas. Konflik yang melibatkan Iran dengan koalisi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas logistik di kawasan tersebut. Dampak paling terasa terjadi di Dubai yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan emas terpenting di dunia.
Situasi keamanan yang memburuk membuat sejumlah penerbangan dari kawasan Uni Emirat Arab terpaksa dibatasi. Penutupan sebagian ruang udara terjadi setelah serangan rudal dari Iran, ketika konflik kawasan memasuki hari ketujuh tanpa tanda-tanda mereda. Kondisi ini membuat jalur distribusi emas global terganggu karena sebagian besar pengiriman logam mulia dilakukan melalui kargo pesawat penumpang.
Menurut laporan Bloomberg, gangguan logistik tersebut membuat para pedagang emas di Dubai terpaksa menawarkan diskon besar untuk mempercepat penjualan. Dalam beberapa transaksi, emas dijual dengan potongan hingga US$30 per troy ounce dibandingkan harga acuan global di London.
Langkah tersebut diambil sebagai strategi untuk mengurangi beban biaya penyimpanan serta pendanaan yang terus meningkat akibat tertahannya pengiriman. Tanpa kepastian waktu distribusi, pedagang memilih melepas stok dengan harga lebih murah daripada harus menanggung biaya logistik yang semakin mahal.
Sumber yang mengetahui kondisi pasar menyebutkan sebagian pengiriman emas masih tertahan hingga Jumat lalu. Meski demikian, beberapa bullion mulai kembali dimuat ke penerbangan yang berangkat dari Dubai sejak pertengahan pekan ini setelah sebagian rute penerbangan kembali dibuka secara terbatas.

















































