FAJAR.CO.ID - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah yang selama ini memicu kekhawatiran global mulai menunjukkan tanda mereda setelah adanya pembicaraan produktif antara kedua negara. Dampak langsungnya terlihat pada penurunan harga minyak dunia yang signifikan, mencerminkan harapan pasar terhadap stabilitas yang lebih baik.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa pemerintahannya telah melakukan pembicaraan yang konstruktif dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Ia juga menegaskan bahwa perintah serangan terhadap infrastruktur energi utama Iran telah ditarik sebagai bagian dari proses negosiasi tersebut.
"Mereka berbicara kepada kita, dan mereka menyampaikan hal yang masuk akal," kata Trump saat diwawancarai, menegaskan adanya komunikasi yang positif antara kedua pihak.
Proposal Perdamaian 15 Poin dari AS
Lebih lanjut, The New York Times mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengajukan proposal berisi 15 poin kepada Iran sebagai langkah konkret untuk mengakhiri perang. Meskipun rincian proposal tersebut belum dipublikasikan secara resmi, kabar menyebutkan bahwa dokumen tersebut sudah sampai ke pejabat Iran.
Kendati demikian, Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS, menimbulkan ketidakpastian mengenai kelanjutan proses diplomasi ini.
Dampak Signifikan pada Harga Minyak Global
Situasi ini langsung berimbas pada pasar minyak dunia. Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun hampir 6% menjadi US$ 98,31 per barel pada perdagangan hari ini. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan sebesar 5% menjadi US$ 87,65 per barel.

















































