Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap adanya upaya mengguncang stabilitas nasional di tengah berbagai program pemerintah yang tengah berjalan.
Ia menegaskan, manuver tersebut diarahkan untuk melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang masa jabatannya belum genap satu setengah tahun.
Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026) lalu.
Hashim berujar, dinamika politik tersebut muncul ketika pemerintah sedang menjalankan sejumlah agenda besar untuk masyarakat.
Sebut Ada Upaya Menggulingkan Prabowo
Dijelaskan Hashim, dirinya mencermati adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya menggoyang posisi Presiden Prabowo.
Ia bahkan menyebut upaya tersebut ingin dilakukan secara inkonstitusional.
"Saya hitung satu tahun lima bulan sudah ada yang ingin menggulingkan dia, sudah ada yang mau kudeta dia, mau menggantikan dia secara inkonstitusional," ujar Hashim dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).
Program Pemerintah untuk Rakyat
Adik kandung Presiden Prabowo itu kemudian menyinggung berbagai program yang tengah dijalankan pemerintah.
Mulai dari Makan Bergizi Gratis (BMG), Sekolah Rakyat, hingga layanan cek kesehatan gratis yang disebutnya telah dinikmati lebih dari 80 juta masyarakat.
Lanjut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, di tengah berbagai tekanan tersebut, Presiden Prabowo tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh.
"Saya tahu kakak saya, saya kenal Prabowo, saya tahu dia tenang saja. Dia sudah dihujat sejak 25 tahun, 30 tahun, bagi dia ini tak ada masalah," imbuhnya.


















































