FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Politisi Hasyim Muhammad berspekulasi. Bahwa Presiden Prabowo Subianto enggan menyetop Makan Bergizi Gratis (MBG) karena takut digugat pemilik Satuan Pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG).
“Jika program MBG diberhentikan, mungkinkah ada ketakutan Prabowo digugat oleh para pemilik SPPG?” kata Hasyim dikutip dari unggahannya di X, Senin (16/3/2026).
Pasalnya, kata dia, pengusaha SPPG sudah menggelontorkan banyak modal untuk pembangunan SPPG alias dapur MBG.
“Siapa tahu Pemerintah bisa digugat para pengusaha SPPG karena para pengussaha itu sudah investasi banyak dan programnya berhenti,” ujarnya.
Menurutnya, jika hal tersebut terjadi, maka posisi Prabowo terjepit. Kondisinya serba salah.
“Jika memang itu mungkin terjadi, maka betapa pusingnya Prabowo. Maju kena mundur kena,” ucapnya.
Di sisi lain, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus defisit.
“Jika MBG terus, APBN jebol. Namun jika MBG berhenti, digugat pengusaha SPPG,” imbuhnya.
Pemerintah soal MBG di Tengah Defisit APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku masih enggan memotong anggaran jumbo Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi, MBG enggak akan dipotong,” kata Purbaya kepada jurnalis di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Walau demikian, Bendahara Negara itu menyebut pengecualian. Seperti anggaran yang tak produktif sepert pengadaan kendaraan.
“Kecuali yang enggak produktif. Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang enggak perlu-perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan," terangnya.

















































