FAJAR.CO.ID - Host program televisi Kick Andy, Andy F. Noya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik korupsi yang terjadi di lingkungan pajak Indonesia, yang berdampak langsung pada masyarakat yang telah bekerja keras untuk menghasilkan penghasilan.
Andy menegaskan bahwa kemarahannya bukan semata-mata soal besarnya pajak yang harus dibayar, melainkan lebih kepada penyalahgunaan uang pajak oleh oknum yang seharusnya mengelolanya dengan baik. "Aku ini teman-teman, sering marah ketika semakin hari pajak itu semakin tinggi," katanya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Jumat, 13 Maret 2026.
Korupsi Pajak dan Dampaknya pada Rakyat
Lebih lanjut, Andy menjelaskan bahwa ia merasa dirugikan ketika mengetahui bahwa uang pajak yang berasal dari keringatnya sendiri ternyata dicuri oleh petugas pajak. "Aku kena pajak, kemudian tahu bahwa orang-orang pajak mencuri uang-uang kita yang kita bayar dengan keringat kita," bebernya.
Menurut Andy, sebagai pekerja, mengumpulkan uang tidaklah mudah. Namun, ketika sudah mendapatkan penghasilan, negara justru memungut pajak dalam jumlah besar tanpa memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai kepada rakyat.
Harapan Transparansi dan Kesejahteraan dari Pajak
Andy menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah membayar pajak itu sendiri, melainkan bagaimana uang tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. "Kalau saja aku tahu, dengan pajak yang aku berikan dengan hasil keringatku, kemudian itu untuk kesejahteraan rakyat, kayaknya ikhlas aku, kayaknya aku rela. Yang aku nggak rela, uang pajak itu kemudian dicuri oleh orang pajak sendiri," jelasnya.

















































