Inovasi Benwit dari Peneliti ITS: Solusi Bensin Sawit di Tengah Krisis Minyak Dunia

9 hours ago 10

FAJAR.CO.ID – Di tengah krisis minyak global yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kabar positif datang dari dunia akademik Indonesia. Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan inovasi bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit yang diberi nama bensin sawit (Benwit).

Inovasi ini menjadi sorotan karena dirancang sebagai pengganti bensin konvensional yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil.

Benwit merupakan bahan bakar yang diolah dari minyak kelapa sawit dan memiliki karakteristik menyerupai bensin. Berbeda dengan biodiesel yang digunakan untuk mesin diesel, Benwit ditujukan untuk kendaraan bermesin bensin tanpa perlu modifikasi besar.

Penelitian ini diinisiasi oleh Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS sebagai upaya menjawab tantangan ketergantungan energi fosil yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

Salah satu peneliti ITS, Hosta Ardhiananta, menjelaskan bahwa pengembangan Benwit dilatarbelakangi kebutuhan mendesak untuk mencari sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil berdampak buruk bagi lingkungan, sehingga diperlukan alternatif energi yang lebih bersih,” ujar Hosta.

Secara teknologi, Benwit diproduksi melalui metode Catalytic Cracking menggunakan katalis khusus. Proses ini memecah molekul minyak sawit menjadi hidrokarbon yang menyerupai bensin.

Bahan baku yang digunakan meliputi:

  • Crude Palm Oil (CPO)
  • Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO)

Keunggulan proses ini antara lain:

  • Suhu produksi lebih rendah
  • Efisiensi energi lebih tinggi
  • Potensi biaya produksi lebih murah
  • Rendemen produksi yang signifikan

Keunggulan Benwit: Ramah Lingkungan dan Siap Pakai

Benwit menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan bensin konvensional, di antaranya:

1. Emisi Lebih Rendah

Bensin sawit menghasilkan emisi yang lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.

2. Kompatibel dengan Kendaraan

Struktur hidrokarbonnya mirip bensin, sehingga dapat langsung digunakan tanpa modifikasi mesin besar.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |