FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Iran mengizinkan kapal-kapal Malaysia lewati Selat Hormuz. Dikonfirmasi Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim.
Seperti dilansir dari Reuters, Anwar berbicara dengan Iran, Mesir, Turki, dan sejumlah negara regional lain terkait negosiasi tersebut. Hasilnya, kapal Malaysia dapat melewati Selat Hormuz dengan bebas.
"Saat ini kami sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," katanya.
Anwar mengaku telah berdialog dengan Iran dan negara-negara lain untuk memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah. Proses itu berjalan penuh tantangan dan keseriusan.
"Namun, ini tidak mudah, karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka," ujarnya.
Pemerintah Malaysia akan tetap mempertahankan subsidi harga minyak. Namun, mereka juga akan mengambil langkah mengurangi dampak dari gangguan pasokan, seperti pengurangan alokasi bahan bakar bersubsidi bulanan.
"Bagi kami sekarang, kami terpaksa mengelola situasi karena dampak blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami," terangnya.
Susul Thailand
Sebelumnya, kapal tanker Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz engan aman. Kapal milik Bangchak Corporation itu melintas pada Senin, 23 Maret 2026.
Itu dikonfirmasi Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow. Dia mengatakan kapal tanker itu lolos setelah berdiplomasi dengan Iran.

















































