Ledakan di Juffair, Bahrain, tempat pangkalan aktivitas dukungan Angkatan Laut AS.
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Tidak menunggu waktu lama, militer Iran langsung melakukan pembalasan dengan melancarkan serangan rudal ke beberapa target di Israel. Di Kota Tel Aviv,
Setidaknya 18 sistem pertahanan udara THAAD dan Patriot gagal mencegat serangan rudal Iran di kota tersebut.
Laporan menyebutkan, serangan rudal balasan Iran ditargetkan ke kota-kota pelabuhan Israel, gedung-gedung pemerintahan, anggota Mossad, dan keluarga Netanyahu.
Selain menargetkan Israel, Iran juga melakukan serangan balasan terhadap aset militer Amerika Serikat di Bahrain.
Ledakan dilaporkan terjadi di Juffair, Bahrain, lingkungan tempat pangkalan aktivitas dukungan Angkatan Laut AS dan markas armada kelima berada. Hal ini menguatkan laporan tentang rudal balistik Iran yang menghantam NSA Bahrain.
Sebelumnya, Iran segera menutup wilayah udaranya setelah Israen dan AS melancarkan serangan pada Sabtu pagi waktu setempat. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil, Majid Akhavan melaporkan hal tersebut, pada hari Sabtu.
Berbicara kepada IRNA, Akhavan mengatakan bahwa wilayah udara akan ditutup selama enam jam.
Ledakan hebat terdengar di beberapa bagian Teheran. Asap tebal terlihat di pusat kota Teheran. Laporan yang berkembang di media sosial menyebutkan, kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei serta markas Kementerian Intelijen IRGC menjadi sasaran serangan tersebut.
Diketahui, pesawat tempur Israel melakukan agresi terhadap Iran pada Sabtu pagi, sebuah tindakan agresi yang signifikan, dengan Menteri Keamanan Israel, Israel Katz menyebut agresi tersebut sebagai "serangan pendahuluan."

















































