Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyed Ali Khamenei
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Menyusul beberapa ledakan di Iran, negara itu menutup wilayah udaranya, demikian diumumkan juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil, Majid Akhavan, pada hari Sabtu.
Berbicara kepada IRNA, Akhavan mengatakan bahwa wilayah udara akan ditutup selama enam jam.
Ledakan hebat terdengar di beberapa bagian Teheran. Asap tebal terlihat di pusat kota Teheran. Laporan yang berkembang di media sosial menyebutkan, kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei serta markas Kementerian Intelijen IRGC menjadi sasaran serangan tersebut.
Belum diketahui bagaimana kondisi Ali Khamenei maupun pejabat tinggi Iran lainnya yang menjadi target dalam serangan tersebut.
Diketahui, pesawat tempur Israel melakukan agresi terhadap Iran pada Sabtu pagi, sebuah tindakan agresi yang signifikan, dengan Menteri Keamanan Israel, Israel Katz menyebut agresi tersebut sebagai "serangan pendahuluan."
Serangan tersebut menargetkan area di pusat Teheran, dengan laporan awal menunjukkan bahwa beberapa rudal menghantam Jalan Universitas dan area Republik.
Menurut Kantor Berita Fars, ledakan baru terdengar di bagian utara dan timur ibu kota, menandakan perluasan cakupan serangan.
Media Iran melaporkan bahwa rudal jatuh di Jalan Daneshgah dan area Jomhouri, menimbulkan kekhawatiran atas infrastruktur sipil di distrik-distrik padat penduduk. Menurut Kantor Berita Mehr, ledakan terdengar di Isfahan, Qom, Lorestan, Karaj, dan Kermanshah.
Selain itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa kementerian di selatan Teheran menjadi sasaran.

















































