Piala Dunia 2026
FAJAR.CO.ID - Keputusan mengejutkan datang dari Federasi Sepakbola Iran yang resmi menarik diri dari Piala Dunia 2026, menyusul serangan udara Amerika Serikat ke Iran dan terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Langkah ini menjadi pukulan berat bagi kompetisi yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Iran Resmi Mundur, Faktor Keselamatan Jadi Prioritas
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali, menegaskan bahwa mundurnya Timnas Iran adalah bentuk protes keras terhadap tindakan agresif Amerika Serikat dan Israel yang telah menimbulkan perang berdarah serta mengorbankan ribuan warga Iran.
"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," katanya saat diwawancarai. Ia juga menambahkan bahwa keselamatan tim menjadi alasan utama di balik keputusan ini.
"Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran," jelasnya lebih lanjut.
Potensi Boikot Meluas, FIFA Hadapi Tantangan Besar
Selain Iran, rumor beredar bahwa tujuh negara lain sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari Piala Dunia 2026. Negara-negara tersebut adalah Jerman, Denmark, Afrika Selatan, Belgia, Belanda, dan Prancis. Mereka diduga terdorong oleh eskalasi ketegangan politik global serta aksi protes terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dianggap kontroversial.
Meskipun sebagian besar desakan boikot masih berasal dari politisi lokal dan petisi suporter, situasi ini menimbulkan tantangan besar bagi FIFA dalam menjaga kelancaran dan keamanan turnamen yang akan berlangsung di tiga negara tersebut.

















































