PM Israel Benjamin Netanyahu. (Facebook/CGTN Frontline)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Situasi geopolitik yang kian memanas membuat Iran kembali melemparkan ancaman serius ke Israel.
Iran kembali melontarkan ancaman keras terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah memanasnya konflik yang juga melibatkan Amerika Serikat.
Ancaman Iran berupa perintah langsung ke Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang akan terus memburu Netanyahu. Pernyataan itu ditengah rumor yang semakin liar di media sosial yang menyebut Netanyahu bersama istri dan saudaranya telah tewas dalam serangan terkoordinasi di kediamannya pada 9 Maret lalu.
Dilansir dari Media Iran, IRGC menyebut Netanyahu sebagai penjahat yang harus dikejar.
“Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan seluruh kekuatan,” kata IRGC, dilansir Al-Jazeera, Minggu (15/3)
Serangan ke Pangkalan AS
IRGC dalam hal ini juga menyebut sudah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.
Dalam pernyataan resmi yang dimuat sejumlah kantor berita Iran, mereka mengatakan telah meluncurkan 10 rudal serta sejumlah drone ke pangkalan udara Al Dhafra.
Serangan Iran ke pangkalan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab disebut menargetkan militer AS yang berada disana.
Penangkapan Informan Israel
Kemudian kabar terbaru juga menyebut otoritas Iran juga menangkap 20 orang yang diduga menjadi informan Israel dan penangkapan ini dilakukan di wilayah barat laut Iran.
Para informan Israel ini disebut mengirimkan informasi lokasi fasilitas militer serta aset keamanan Iran kepada pihak Israel.

















































