Ironi! MBG Raih Kepuasan Paling Tinggi di Survei, BGN Dapat Laporan Banyak Praktik Markup

3 days ago 8
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menangis dan meminta maaf atas kasus keracunan makanan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi mengungkap salah satu alasan tingginya kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Uki, sapaan akrabnya menganggap tingginya kepuasan publik terhadap MBG adalah bukti pemerintah tidak abai terhadap kritik.

“Kritik, temuan netizen, bahkan cacian selama direspons dan dikelola dengan baik maka dapat menjadi masukan yang sangat berharga. PSI melihat pemerintah mendengarkan kritik dan melakukan perbaikan berdasarkan masukan warga terkait program MBG,” kata Uki dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (26/2/2026).

Ketua DPP PSI itu mengakui MBG adalah sebuah program baru, sehingga di awal peluncurannya masih terdapat kekurangan-kekurangan.

“MBG itu program baru yang sekali diterapkan langsung dalam skala massif. Dimulai pada 6 Januari 2025, kini MBG sudah melayani 55 juta penerima manfaat dan membuka 1 juta lapangan pekerjaan,” tutur Uki.

Karena itu, lanjut Uki, Pemerintah patut berterima kasih kepada pemerhati dan kritikus MBG. Karena sebagai program baru yang masif, MBG memiliki kekurangan. Kemantapan infrastruktur, SDM, hingga alat kelengkapan terus berproses, proses mencari bentuk terbaik.

“Kini, akar rumput merasakan perbaikan itu, mereka merasakan manfaat MBG yang makin hari makin baik. Mereka merasakan dampak MBG untuk perbaikan gizi anak-anak sekaligus peluang bekerja dan berusaha, terutama bagi petani, pekebun, dan peternak,” ungkapnya.

Bagi Uki tingginya kepuasan publik terhadap program MBG juga merupakan bukti Pemerintah mendengarkan kritik dengan baik.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |