Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah candaan terkait wacana penggabungan Partai NasDem dan Partai Gerindra dilontarkan oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, di tengah jalannya rapat di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Willy diketahui tidak hanya memimpin komisi tersebut, tetapi juga menjabat sebagai Ketua DPP NasDem Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi.
Rapat yang dipimpinnya saat itu merupakan agenda dengar pendapat (RDP) antara Komisi XIII dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Agenda yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu membahas peta jalan pembinaan ideologi Pancasila serta perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) BPIP.
Menurut pantauan, jalannya rapat diawali dengan Willy mempersilakan Yudian memaparkan rencana kerja terkait kedua agenda tersebut. Setelah pemaparan selesai, Willy kembali mengambil alih pimpinan rapat dan mulai memberi giliran kepada anggota DPR dari berbagai fraksi untuk menyampaikan pandangan.
Ia mempersilakan perwakilan dari Fraksi PKB terlebih dahulu, disusul oleh PKS, lalu Partai Golkar. Ketika hendak melanjutkan ke fraksi berikutnya, Willy tampak ragu-ragu menentukan giliran antara Fraksi Gerindra dan Fraksi NasDem.
Kebimbangan itulah yang kemudian memicu candaan terkait isu merger kedua partai. "Lanjut ke Gerindra atau NasDem dahulu? Atau mau merger NasDem dengan Gerindra?" ujar Willy sambil tersenyum di depan peserta rapat.
Ia pun menjelaskan alasan di balik keraguannya. "Ya, karena duduknya sudah bersebelahan. Kursi kosong itu jembatannya (bridging), Pak," candanya lagi.


















































