Ilustrasi saat rudal Iran membalas serangan dua negara yang telah membunuh ratusan anak SD di Iran.
Fajar.co.id, Makassar — Hubungan antara bangsa Persia dan perkembangan peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang penyebaran ilmu dan keturunan keluarga Nabi Muhammad SAW.
Hal ini diungkapkan Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Afifuddin Harisah Lc MA melalui tulisannya berjudul "Darah Nabi Mengalir di Iran, Layakkah Kita Membelanya?".
Melalui tulisan yang kini ramai dibahas publik itu, Afifuddin Harisah menilai bahwa masih banyak umat Islam yang belum menyadari kontribusi besar Persia—yang kini dikenal sebagai Iran—dalam khazanah keilmuan dan sejarah Islam.
Afifuddin yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Sulawesi Selatan mengatakan, sejumlah tokoh besar dalam tradisi keilmuan Islam justru berasal dari wilayah Persia.
“Ketika kita membaca kitab hadits seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim di pesantren, sering kali kita lupa bahwa kedua imam besar itu berasal dari Persia. Begitu pula banyak ulama lain yang menjadi pilar ilmu hadits dan keilmuan Islam,” ujar Afifuddin, dikutip Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kontribusi ulama Persia tidak hanya dalam bidang hadits. Dalam berbagai disiplin ilmu Islam—mulai dari tata bahasa Arab, filsafat, tasawuf, hingga sains—bangsa Persia memiliki peran penting.
Ia mencontohkan tokoh seperti Imam Sibawaih yang dikenal sebagai perumus tata bahasa Arab klasik. Selain itu, banyak ulama hadits terkemuka seperti Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, hingga Ibnu Majah juga berasal dari wilayah Persia.
















































