Jhon Sitorus: Selama Ini di Kepala Bahlil, Kompor Tetap Hidup Sekalipun Masakan Sudah Matang

3 hours ago 8
Bahlil Lahadalia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Imbauan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar masyarakat mematikan kompor setelah masakan matang terus memicu respons dari berbagai kalangan.

Kali ini, kritik datang dari pegiat media sosial Jhon Sitorus yang menilai pernyataan tersebut tidak relevan.

Ia menyindir bahwa kebiasaan mematikan kompor setelah masakan matang sudah menjadi hal umum di masyarakat.

Cara Berpikir Bahlil Dipertanyakan

Dikatakan Jhon, imbauan tersebut seolah menggambarkan bahwa kompor kerap dibiarkan menyala meski masakan sudah matang.

"Artinya selama ini dalam kepala bahlil, kompor tetap hidup sekalipun masakan sudah matang," tukasnya.

Ajakan Bahlil Dianggap Tidak Solutif

Jhon bilang, imbauan tersebut bukan solusi nyata terhadap persoalan energi. Ia bahkan menyebutnya sebagai ajakan yang tidak substantif.

"Sungguh ajakan yang sangat solutif dari menteri yang bahlul," kuncinya.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyampaikan, sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, di tengah ketidakstabilan pasokan BBM dunia yang terganggu akibat perang di Timur Tengah.

Bahlil mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tetap menggunakan energi dengan bijak.

Hal ini diungkapkan Bahlil usai melakukan pemantauan langsung kondisi pasokan energi di SPBU Sragen dan SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

"Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor," ucap Bahlil.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |