Jika Kabel Optik Selat Hormuz Diputus, Internet Dunia Bisa Kacau Seketika

5 hours ago 6
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Selat Hormuz ternyata memiliki peran vital terhadap stabilitas ekonomi global.

Jalur laut yang berada di antara Iran dan Uni Emirat Arab itu menjadi penghubung utama kawasan Timur Tengah dengan dunia, baik untuk distribusi energi maupun arus transaksi keuangan internasional.

Jika kawasan tersebut terganggu, dampaknya dinilai bisa merembet luas ke perekonomian global.

Pengusaha sekaligus kreator konten Mardigu Wowiek Prasantyo atau Bossman Mardigu mengungkap eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berpotensi menyeret kawasan itu ke situasi yang lebih sulit.

Ia menyebut konflik tersebut tidak berlangsung seimbang karena masing-masing pihak menggunakan pendekatan berbeda.

Disebut Perang Asimetris

Dikatakan Mardigu, konfrontasi antara Iran dengan AS dan Israel lebih tepat disebut sebagai perang asimetris.

Dalam konflik jenis ini, strategi yang digunakan tidak selalu berhadapan secara langsung.

"Misalnya, serangan rudal dibalas dengan rudal, itu perang simetris. Nah ini jelas perang asimetris," ujar Mardigu, dikutip fajar.co.id dari akun Youtube @sontoloyopeople, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam perang asimetris, pihak yang memiliki kekuatan militer lebih kecil cenderung menggunakan cara lain untuk menekan lawan, termasuk dengan menyasar titik-titik strategis ekonomi.

Targetkan Dampak Ekonomi Global

Lanjut Mardigu, langkah Iran menyerang sejumlah bandara di kawasan Timur Tengah merupakan bagian dari strategi tersebut.

Tujuannya, kata dia, untuk menekan perekonomian global melalui lonjakan harga energi.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |