Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan kritik keras terhadap rencana pemerintah yang ingin menerapkan skema Work From Home (WFH) sebagai upaya menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah krisis geopolitik saat ini. Menurut JK, kebijakan tersebut justru tidak relevan dan berpotensi menurunkan produktivitas nasional serta layanan publik.
JK menegaskan bahwa WFH tidak memiliki kaitan langsung dengan penghematan energi, terutama BBM. "WFH itu ingin menghemat energi. Namun, kalau di kantor, energi yang dipakai itu lampu dan AC. Itu tidak ada hubungannya dengan BBM karena berasal dari listrik," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/4).
Lebih lanjut, pria asal Makassar ini menjelaskan bahwa sebagian besar pasokan listrik di Jakarta dan Jawa Barat berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. "Kita punya batu bara berlebihan. Jadi, tidak ada hubungannya sebenarnya untuk penghematan BBM di situ," bebernya.
JK mengkhawatirkan bahwa kebijakan WFH justru akan menurunkan produktivitas kerja dan memperlambat layanan publik. Menurutnya, pemerintah seharusnya mendorong masyarakat untuk bekerja lebih keras dalam kondisi ekonomi sulit, bukan malah menyuruh pulang ke rumah.
"Jangan kita mendidik, memberikan budaya kalau ada masalah suruh istirahat. Jangan! Dalam kondisi krisis ini kita harus lebih produktif, harus bekerja dengan betul agar masalah ini teratasi," jelas Ketua Umum PMI tersebut.
Dia menambahkan, jika layanan pemerintah melambat dan produksi perusahaan menurun akibat WFH, dampaknya terhadap ekonomi akan jauh lebih berbahaya.

















































