Jusuf Kalla Ingatkan Risiko Defisit APBN Membengkak akibat Harga Energi Global, Kebijakan Anggaran Pemerintah Disorot Publik

4 hours ago 4
Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah agar segera mengevaluasi kebijakan anggaran negara di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global. Peringatan tersebut muncul seiring risiko membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat lonjakan harga energi dunia yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Jusuf Kalla, konflik yang terjadi di kawasan produsen energi utama dunia berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global secara signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak langsung terhadap struktur anggaran negara Indonesia, terutama pada pos subsidi energi yang selama ini menjadi salah satu komponen belanja terbesar pemerintah.

Ia menegaskan bahwa jika harga energi terus meningkat sementara kebijakan fiskal tidak disesuaikan, maka tekanan terhadap APBN akan semakin besar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko fiskal yang serius bagi stabilitas keuangan negara.

"Kalau defisit terus, kita bisa gagal bayar," katanya saat menanggapi dampak konflik Timur Tengah terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Pernyataan Jusuf Kalla tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan fiskal yang lebih disiplin di tengah ketidakpastian global. Kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada subsidi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga pada biaya impor energi yang harus ditanggung negara.

Indonesia sendiri masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah untuk memenuhi permintaan domestik. Karena itu, setiap lonjakan harga minyak di pasar global akan langsung meningkatkan beban anggaran negara, baik melalui subsidi maupun biaya impor energi.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |