Kapal Pertamina
FAJAR.CO.ID -- Kapal tanker minyak milik Thailand dikabarkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Keberhasilan itu terjadi setelah pemerintah Thailand melakukan koordinasi diplomatik dengan Iran untuk menjamin keselamatan kapal yang melintas di jalur energi strategis tersebut.
Menariknya, kapal tersebut disebut tidak dikenakan biaya apa pun saat melewati wilayah yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.
Informasi ini disampaikan pejabat Thailand bersama perusahaan pemilik kapal pada Rabu (25/3/2026) kemarin.
Koordinasi Diplomatik Thailand-Iran
Kapal tanker milik Bangchak Corporation itu melintasi Selat Hormuz pada Senin (23/3/2026) setelah tercapai kesepakatan melalui komunikasi antara Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow dan Duta Besar Iran untuk Thailand.
Sihasak mengaku telah meminta bantuan langsung kepada Iran agar kapal Thailand mendapat jaminan keamanan.
"Saya meminta agar pihak mereka dapat membantu menjamin keamanan kapal-kapal Thailand yang perlu melintasi selat tersebut," ujar Sihasak dikutip fajar.co.id, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Iran merespons positif permintaan tersebut dan bahkan meminta daftar kapal Thailand yang akan melintas.
Dampak Konflik di Selat Hormuz
Ketegangan kawasan meningkat setelah konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Situasi tersebut berdampak langsung pada distribusi energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz.

















































