Kapolda Sulsel Ungkap Dugaan Pembersihan Darah di Barak Dit Samapta Usai Bripda Dirja Pratama Meninggal

3 days ago 7
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, saat menyampaikan perkembangan penganiayaan Bintara muda, Bripda Dirja Pratama alias DP (Foto: Muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Polda Sulsel terus mendalami kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Bintara muda, Bripda Dirja Pratama alias DP (19), di asrama Dit Samapta.

Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi di barak tersebut.

Delapan Saksi Dimintai Keterangan

Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan perkara itu. Ia menjelaskan, delapan saksi sudah dimintai keterangan.

“Dari delapan orang saksi yang kita periksa, peran-peran mereka melakukan memang kita buktikan saksi yang tempat tidurnya bersebelahan itu menyatakan bahwa dia memang malam itu tidak tidur di tempat yang biasanya di barak,” ujar Djuhandhani kepada awak media, Kamis (26/2/2026).

“Ternyata dia tidur di luar, sendiri, beserta dengan yang lainnya,” tambahnya.

Meski demikian, dari delapan saksi tersebut belum ditemukan bukti keterlibatan langsung dalam tindak pidana pembunuhan.

“Kemudian delapan yang diperiksa kami belum mendapatkan bukti secara langsung mereka terlibat dalam kasus pembunuhan,” sebutnya.

2 Saksi Berpotensi Dijerat Sanksi Disiplin dan Kode Etik

Namun, penyidik menduga ada dua anggota yang patut dikenakan proses disiplin maupun kode etik.

“Namun kami menduga, dan kami mendalami lebih lanjut ada dua orang yang kita duga atau kenakan dalam proses disiplin maupun kode etik,” jelasnya.

Ia menuturkan, salah satu anggota atas nama Bripda MA diduga berupaya membersihkan darah di lokasi kejadian.

“Kami melihat salah satu atas nama Bripda MA itu membersihkan darah dengan maksud agar tidak diketahui kejadian itu,” ungkapnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |