Paus Leo XIV
FAJAR.CO.ID, NEW YORK -- Kritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap Paus Leo XIV menuai sorotan tajam. Presiden AS tersebut bahkan diminta untuk meminta maaf atas pernyataan yang ditujukan kepada pemimpim umat Katolik tersebut.
Salah satu sorotan datang dari Uskup Robert Barron. Dia mengatakan Donald Trump harus meminta maaf kepada Paus Leo XIV setelah serangkaian pernyataan yang dibuat di Truth Social, yang mengkritik sikap Paus terhadap kejahatan dan kebijakan luar negeri.
Barron menggambarkan komentar Trump sama sekali tidak pantas dan tidak sopan, menambahkan bahwa presiden AS berutang permintaan maaf kepada Paus.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perselisihan publik antara Trump dan Paus Leo XIV, yang baru-baru ini mengkritik para pemimpin politik global atas perang dan ketegangan internasional.
Kontroversi semakin intensif setelah Trump menuduh Paus lemah dalam menangani kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri, sambil juga menyarankan bahwa pemilihan Paus Leo dipengaruhi oleh pertimbangan politik yang terkait dengan kepresidenannya.
Perselisihan ini menyusul pernyataan Paus Leo baru-baru ini yang mengutuk khayalan kemahakuasaan yang mendorong konflik global, termasuk perang AS-Israel di Iran, sebuah pernyataan yang secara luas ditafsirkan sebagai teguran terhadap kebijakan luar negeri AS saat ini.
Dalam sebuah unggahan di X, Barron menekankan perbedaan antara otoritas teologis dan perbedaan pendapat politik, mencatat bahwa umat Katolik di pemerintahan harus terlibat dalam dialog dengan para pejabat Vatikan.


















































