Oleh: Andi Muhammad Jufri, Praktisi Pembangunan Sosial
Kemenangan sering termaknai sempit. Bila tujuan dan target tercapai, rasanya kemenangan telah teraih. Padahal, seringkali kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan palsu. Lihat saja, mereka yang mengejar keuntungan (laba) maksimal. Namun, mengorbankan kualitas dan profesionalisme dalam bekerja. Apalagi, seringkali mendapatkan pekerjaan, dengan transaksi di bawah meja. Kantong terisi terasa menang. He he he, Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus, jaket kuning menjadi peruntuh kemenangannya
Adapula mengejar kemenangan, dengan melukai fisik dan intimidasi. Ketika menikmati kenyamanan posisi, ada keinginan terus menang dan melanggengkan kekuasaan dan posisi. Bila ada yang usik, semua langkah dihalalkan. Penyiraman air keras kepada aktivis Kontras (Andrie Yunus), sepertinya salah satu bentuk upaya menyingkirkan penghalang melanggengkan kenyamanan. Mungkin pelaku penyiraman dan otak (bos pelaku) merasa berhasil. He he he …tidak ! tokoh-tokoh dan aktivis masyarakat sipil bersatu, berteriak, mengawal kasus ini. Kemenangan berubah jadi kepanikan, awas ! polisi bereaksi, Presiden kawal. Sebentar lagi, kesempitan jeruji besi menjadi tempatmu.
Eskalasi perang Amerika Serikat -Israel VS Iran terus berlangsung dan meluas. Berbagai pihak klaim kemenangan. Indikatornya, kehancuran kota, infrastruktur, sarana terkait militer, gugurnya pemimpin, dan lain-lain. Entah kapan perang berhenti, namun perang itu ada konsekuensinya. Saling hancurkan kilang minyak, krisis energi dunia datang. Infrastruktur hancur, penduduk merana. Terbangan bom, rudal, drone, merenggut jiwa tak bersalah. Pasti kebencian dan kekerasan merebak telusur jalan puaskan dendam. Sampai kapan terus berperang ? sampai meraih kemenangan ? atau kehancuran lebih besar dan luas akan didapatkan. He he he ..mereka yang berperang di garis depan, atas dasar ketulusan bela negeri, bela keadilan, dan gugur di medan tugas, semoga kemenangan sejati didapatkan. Namun, bagi pihak -pihak yang menentukan terjadinya perang ini, siap -siap, kecaman publik di seantero dunia terus bergema menujunya.

















































