Kemendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp181 Triliun, Abdul Mu’ti Singgung MBG

5 hours ago 8
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (foto: Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sudah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 181 triliun ke DPR. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti menegaskan, pengajuan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Kememdikdasmen ini bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ABT atau Anggaran Biaya Tambahan adalah permintaan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak. ABT diajukan Kementerian dengan program yang membutuhkan anggaran biaya tambahan.

“Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini. Kami dalam posisi menunggu keputusan,” kata Mu’ti dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (5/3/2026).

Program pertama yang diajukan Mendikdasmen dalam ABT itu adalah anggaran untuk program revitalisasi Satuan Pendidikan. Sebab, saat ini banyak Satuan Pendidikan dalam kondisi yang rusak dan cukup memprihatinkan.

“Kami mengajukan tambahan anggaran untuk revitalisasi 20 ribu Satuan Pedidikan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Program kedua adalah Program Digitalisasi Pendidikan. Dengan mempertimbangkan perintah Presiden Prabowo Subianto, saat ini setiap Satuan Pendidikan akan mendapat tambahan alokasi IFP (Interaktif Flat Panel) atau PID (Panel Interaktif Digital).

Rencananya di tahun 2026 ini Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu Satuan Pendidikan. “Untuk digitalisasi itu kita akan bagikan 3 IFP per satuan Pendidikan,”

Program lain yang sudah disetujui DPR adalah program beasiswa untuk guru yang belum meraih jenjang pendidikan Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1). Dengan program ini, para guru itu akan mendapatkan beasiswa sebesar 3 juta per semester.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |