Kepala BGN Dadan Hindayana
FAJAR.CO.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dilakukan oleh pihak sekolah agar sekolah dapat sepenuhnya fokus pada tugas utamanya, yaitu mendidik anak dan meningkatkan prestasi mereka.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara di YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Jumat (27/2/2026).
"Sekolah itu sentuhannya adalah mendidik anak, meningkatkan prestasi. Kalau mereka urus masak, pendidikannya kapan?" jelas Dadan.
Alasan BGN Ambil Alih Pengelolaan MBG
Dadan mengungkapkan bahwa keterlibatan sekolah dalam pengelolaan MBG akan mengganggu fokus pendidikan. Ia juga menyoroti bahwa tidak semua orang tua siswa bersedia atau mampu mengurus kebutuhan gizi anaknya, sehingga kehadiran BGN dalam program ini sangat membantu.
"Banyak orang tua yang juga kerepotan. Jangankan ngurus makan semua orang, ngurus satu anak aja malah senang dibantu badan gizi," katanya.
Peran Orang Tua dan Tantangan Pengelolaan MBG
Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan bahwa bahkan orang tua dari kalangan menengah ke atas pun menyambut baik program MBG karena mereka tidak perlu repot menyiapkan bekal untuk anak-anaknya.
"Banyak orang yang menengah ke atas, ketika ditanya apakah kamu menerima program makan bergizi? Tentu saja. Kenapa? Karena dia tidak perlu repot menyiapkan bekal untuk anaknya. Bagaimana mau ngurus orang lain?" bebernya.
Penghargaan untuk Pejuang MBG
Dadan juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, terutama mereka yang bekerja di bidang jasa boga dan dapur MBG yang mulai beroperasi sejak pukul 1 dini hari.

















































