Keterlambatan Pencairan TPG Tekan Ekonomi Guru Madrasah: Cicilan Tertunda dan Daya Beli Menurun

5 hours ago 7

FAJAR.CO.ID - Keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) madrasah periode Januari–Februari 2026 mulai memberikan tekanan signifikan terhadap kondisi ekonomi ribuan guru lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025. Meski Kementerian Agama memastikan bahwa dana TPG tetap tersedia dan bukan karena kekurangan anggaran, kenyataan di lapangan menunjukkan dampak finansial yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi guru yang mengandalkan tunjangan tersebut sebagai penopang utama penghasilan keluarga.

TPG sebagai Pilar Utama Penghasilan Guru Madrasah

Bagi banyak guru madrasah, TPG setara dengan satu kali gaji pokok bulanan yang biasanya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta. Dengan dua bulan tunjangan belum cair, potensi dana yang tertunda bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta per guru. Dana ini biasanya sudah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan penting seperti cicilan rumah atau KPR, angsuran kendaraan, biaya sekolah anak, kebutuhan pokok bulanan, hingga tabungan dan dana darurat.

Saat pencairan TPG terhambat, arus kas rumah tangga para guru otomatis terganggu dan memaksa mereka mengatur ulang prioritas pengeluaran.

Dampak Langsung pada Pembayaran Cicilan dan Penggunaan Kredit

Sebagian guru mulai menunda pembayaran cicilan yang biasanya dibayarkan dari TPG dan terpaksa mengalihkan pembayaran tersebut dari gaji pokok yang sebenarnya sudah habis untuk kebutuhan rutin bulanan.

Risiko yang muncul antara lain penundaan pembayaran cicilan, penggunaan kartu kredit atau pinjaman online, serta pengambilan tabungan darurat. Jika keterlambatan pencairan berlarut, beban bunga dan denda dapat memperburuk kondisi keuangan mereka.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |