Kepolisian Iran mengeklaim telah menangkap dua agen Mossad Israel. Foto: Marzieh Soleimani/irna images
FAJAR.CO.ID - Klaim bahwa agen intelijen Mossad Israel ditangkap di Arab Saudi dan Qatar karena diduga merencanakan serangan bom telah memicu perdebatan sengit di kancah geopolitik internasional. Pernyataan ini pertama kali disampaikan oleh komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, pada awal Maret 2026 dalam programnya. Ia menuding bahwa otoritas keamanan kedua negara Teluk tersebut telah menggagalkan aksi yang bertujuan menimbulkan ketidakstabilan di kawasan, meskipun hubungan strategis Saudi dan Qatar dengan Amerika Serikat tetap terjalin erat.
Klaim Kontroversial dari Tucker Carlson
Dalam acara "The Tucker Carlson Show," Carlson mengemukakan bahwa agen Mossad yang ditangkap tengah menyiapkan serangan bom di Arab Saudi dan Qatar. Ia menilai bahwa Israel berupaya melemahkan posisi negara-negara Teluk yang juga menjadi target konflik regional dengan Iran. Lebih lanjut, Carlson menyatakan bahwa Israel melihat Saudi dan Qatar sebagai pesaing politik dan ekonomi di kawasan tersebut.
"Israel ingin menimbulkan ketidakstabilan di kawasan Teluk, termasuk di Saudi dan Qatar," kata Tucker Carlson saat membahas klaim tersebut di programnya.
Bantahan Tegas dari Pemerintah Qatar dan Kurangnya Verifikasi
Kendati klaim tersebut menyebar luas di media sosial dan beberapa media internasional, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun Qatar. Bahkan, Kementerian Luar Negeri Qatar secara tegas membantah adanya penangkapan agen Mossad di wilayahnya dan menyatakan tidak memiliki informasi terkait tuduhan tersebut.
"Kami tidak memiliki informasi tentang penangkapan agen Mossad yang merencanakan serangan di Qatar," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataan resminya.

















































