Konflik Iran Vs AS–Israel Memanas, Analis: Ini adalah Epstein War

1 month ago 34

Fajar.co.id, Jakarta -- Ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Serangan balasan dan klaim korban dari berbagai pihak memperlihatkan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Tokoh politik Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan Washington saat ini sejatinya merupakan perang yang didorong oleh kepentingan Israel. Menurutnya, konflik tersebut bukan semata-mata perang antara Amerika Serikat dan Iran, melainkan bagian dari upaya melindungi kepentingan strategis Tel Aviv.

Larijani juga mengklaim bahwa lebih dari 500 tentara Amerika Serikat telah tewas dalam lima hari pertempuran dengan Iran. Namun, menurutnya, angka tersebut tidak diakui secara resmi oleh Washington.

Selain itu, Larijani memperingatkan bahwa pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, akan menuntut “harga yang sangat mahal” bagi Amerika Serikat. Ia menegaskan Iran akan terus menuntut balasan hingga apa yang disebutnya sebagai “utang darah” tersebut terbayar.

Di sisi militer, Iran mengklaim telah meluncurkan sekitar 50 rudal balistik yang menghantam sejumlah wilayah strategis di Israel, termasuk Bandara Internasional Ben Gurion Airport dan beberapa kompleks keamanan.

Sementara itu, laporan juga menyebutkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk mempersenjatai kelompok Kurdi di wilayah perbatasan Iran–Irak.

Rencana tersebut diduga melibatkan operasi intelijen oleh Central Intelligence Agency guna membuka tekanan baru terhadap pemerintah Iran dari wilayah utara.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |