MBG
FAJAR.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan dengan skema bundling saat libur Lebaran menuai kritik tajam dari publik.
Kebijakan ini memungkinkan paket makanan dibagikan sekaligus untuk beberapa hari agar distribusi tidak terhenti meski sekolah libur. Namun, mekanisme ini menimbulkan pertanyaan soal efektivitas dan motif ekonomi di baliknya.
Distribusi MBG Tetap Berjalan Saat Libur
Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan bahwa selama masa libur sekolah, termasuk Ramadan dan Idulfitri, distribusi MBG tidak dihentikan melainkan diatur dengan skema bundling. Paket makanan diberikan sekaligus hingga maksimal tiga hari agar anak-anak penerima tetap mendapatkan asupan gizi yang konsisten.
Jelasnya, "Skema bundling ini bertujuan menjaga kesinambungan asupan gizi bagi anak-anak penerima program MBG meskipun kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara."
Kritik dan Sindiran Publik soal Kebijakan MBG
Namun, kebijakan ini memicu kritik dari sejumlah warganet. Salah satunya datang dari Hasyim Muhammad yang mempertanyakan alasan distribusi MBG tidak dihentikan saat libur sekolah dan Ramadan. Ia bahkan menilai kebijakan tersebut terkesan dibuat untuk menjaga keuntungan dapur penyedia makanan dalam program.
"MBG nggak libur saat libur semesteran, itu sudah aneh banget," kata Hasyim melalui unggahannya di platform X.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Lha kok selama Ramadan nggak libur… Lha kok pas libur Idulfitri pun tetap dirapel." Pernyataan ini memicu diskusi luas di media sosial mengenai efektivitas distribusi MBG saat tidak ada kegiatan sekolah.
Hasyim juga menyindir, "Luar biasa ya betapa gigihnya mereka mengatur supaya dapur MBG nggak berkurang profitnya sedikitpun."














































