Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengecam penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dia menyebutnya sebagai marah bahaya.
“Ini bukan lagi alarm teman-teman, ini marah bahaya,” kata Andrie dikutip dari unggahannya di X, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, tindakan tersebut sangat brutal dan zalim. Apalagi dilakukan di bulan Ramadan.
“Di bulan suci ini, dinodai dengan sebuah tindakan yang menurut saya, menurut kami di KontraS, adalah sebuah kondisi yang sangat brutal, kondisi yang sangat buruk, sangat-sangat zalim,” ujarnya.
Penyerangan tersebut, baginya menunjukkan kondisi demokrasi yang sudah ada di jurang.
“Saya mau sampaikan, situasi ini bukan alarm lagi. Teman-teman di sini semua berkumpul, ini bukan menyampaikan kita ada di alarm demokrasi. Inilah jurang demokrasi, inilah titik nadir demokrasi,” imbuhnya.
Dia pun menyentil Aparat Penegak Hukum (APH). Agar kasus penyerangan tersebut diusut.
“Saya cuma mau bilang satu gituya, KontraS selalu mengalami teror, yang tentu perlu diusut, pelakunya harus diusut,” ucap Dimas.
“Kami meminta akuntabilitas penegakan hukum kepada negara. Kami meminta keseriusan negara, untuk serius terhadap perlindugan Hak Asasi Manusia,” tambah Dimas.
Di sisi lain, Dimas menegaskan pihaknya tidak akan surut dalam melaksanakan kerja-kerjanya.
“Terakhir, dengan teror ini,dengan apa yang dialami Andrie Yunus, ini tak akan menyulutkan dan menyurutkan, dan menghentikan langkah KontraS yang sudah dibangun 28 tahun,” pungkas Dimas.

















































