Kuba Alami Pemadaman Listrik Nasional, Proses Pemulihan Mulai Dilakukan

10 hours ago 9

FAJAR.CO.ID - Negara Kuba menghadapi krisis listrik besar-besaran yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu, menyebabkan sekitar 10 juta warganya terpaksa hidup dalam gelap gulita. Pemadaman total sistem listrik nasional ini dipicu oleh defisit daya yang mencapai 1.704 megawatt pada puncak beban Sabtu malam, yang merupakan dampak dari pemblokiran pasokan bahan bakar dari Venezuela oleh Amerika Serikat sejak awal tahun.

Kementerian Energi Kuba mengumumkan bahwa "Pemutusan total Sistem Listrik Nasional telah terjadi," dan menegaskan bahwa "Protokol untuk pemulihan sudah mulai diterapkan." Hal ini menunjukkan bahwa meski situasi masih kritis, upaya pemulihan listrik sedang berjalan secara bertahap.

Situasi Krisis dan Dampak Blokade AS

Permasalahan ini bermula dari pemadaman jaringan listrik nasional pada Senin, 16 Maret, yang menjadi yang pertama sejak Amerika Serikat memperketat blokade terhadap pasokan bahan bakar dari Venezuela. Langkah ini memperburuk kondisi energi di Kuba yang sangat bergantung pada pasokan tersebut.

Listrik milik negara juga melaporkan melalui media sosial bahwa defisit daya yang terjadi sangat besar, sehingga mengakibatkan pemadaman menyeluruh di seluruh negeri. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi penduduk Kuba.

Respons dan Pernyataan Presiden AS Donald Trump

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali menyatakan pandangannya mengenai situasi di Kuba. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump memprediksi keruntuhan pemerintahan komunis di pulau tersebut dan bahkan mempertanyakan apakah Amerika Serikat akan mendapat "kehormatan untuk mengambil alih" Kuba.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |