Lazismu dan PMI Wajo Gaungkan “Sedekah Darah”, Prof Budu: Bukan Sekadar Donor, tetapi Ibadah Sosial

6 hours ago 9

FAJAR.CO.ID, WAJO -- Istilah "Sedekah Darah" dinilai bukan sekadar pilihan kata untuk menyebut donor darah. Bagi Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, istilah itu mengandung dimensi kemanusiaan sekaligus spiritual. Sebab, donor darah bukan hanya tindakan medis, melainkan jalan untuk menolong sesama yang membutuhkan pertolongan hidup.

Pandangan itu disampaikan Prof. Budu dalam kegiatan "Pengajian Kemanusiaan: Sedekah Darah" yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat, Sedekah, dan Infak Muhammadiyah (Lazismu) Wajo bekerja sama dengan PMI Kabupaten Wajo pada Rabu, 8 April 2026, melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap aksi kemanusiaan melalui donor darah.

Dalam paparannya, Prof. Budu menegaskan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk sedekah yang bernilai kemanusiaan tinggi dan berpahala besar, bukan sekadar tindakan medis. Baginya, donor darah layak dimaknai lebih luas daripada sekadar prosedur transfusi, karena di dalamnya terkandung kepedulian, pengorbanan, dan harapan hidup bagi orang lain.

Ia menambahkan, inti dari sedekah darah terletak pada keikhlasan. "Sedekah darah dilakukan dengan tulus ikhlas untuk membantu menyambung kehidupan orang lain yang membutuhkan, tanpa mengharap imbalan," ujar Prof. Budu dalam paparan materinya.

Prof. Budu juga menempatkan donor darah dalam horizon ibadah sosial. Ia menegaskan, "Dalam Islam, donor darah dianjurkan dan bernilai ibadah sosial karena menyelamatkan jiwa manusia," tandasnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |