Manfaatkan THR dengan Bijak: Strategi Cerdas Agar Tidak Langsung Habis dan Jadi Modal Investasi

2 hours ago 3
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID - Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima setiap tahun oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan swasta kerap kali habis dalam waktu singkat karena pengelolaan yang kurang tepat. Padahal, THR bisa dimanfaatkan sebagai modal investasi yang menguntungkan jika dikelola dengan strategi yang tepat, terutama di tengah kondisi inflasi dan kebutuhan hidup yang terus meningkat di tahun 2026.

Psikologi Pengeluaran THR dan Dampaknya

Secara psikologis, THR sering dianggap sebagai "uang tak terduga" atau bonus tambahan sehingga mendorong masyarakat untuk berbelanja lebih impulsif dibandingkan gaji bulanan. Dorongan sosial untuk tampil maksimal saat mudik atau membagikan angpau juga sering membuat orang mengabaikan kewajiban keuangan setelah Lebaran.

Hal ini menyebabkan dana THR yang diterima banyak orang ludes tanpa tersisa untuk kebutuhan penting lainnya.

Strategi Pengelolaan THR yang Efektif

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pembagian anggaran THR yang bijak sangat diperlukan. Berikut formula pembagian yang direkomendasikan untuk menyesuaikan dengan pola hidup dan inflasi tahun 2026:

40% dari THR dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran seperti tiket mudik, zakat fitrah, bingkisan keluarga, dan biaya menjamu tamu. Karena Lebaran merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, pengeluaran di bagian ini harus dilakukan secara cerdas dan hemat.

Selanjutnya, 30% dari THR sebaiknya digunakan untuk melunasi kewajiban finansial, terutama utang dan tagihan PayLater maupun kartu kredit yang tertunda. Langkah ini membantu memulai bulan setelah Lebaran dengan kondisi keuangan yang lebih lega dan terhindar dari beban bunga yang tinggi.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |