Mardani Ali Sera
FAJAR.CO.ID - Konflik Israel-Iran yang semakin memanas di bulan Ramadan memicu desakan keras dari anggota DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas. Ia menilai serangan Israel yang didukung Amerika Serikat tersebut sebagai tindakan biadab yang melukai umat Islam secara global dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Serangan di Bulan Ramadan Dinilai Melukai Umat Islam
Mardani menegaskan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk menahan diri dan mengedepankan nilai kemanusiaan, bukan untuk operasi militer. Ia menyoroti bahwa serangan yang memasuki hari keempat ini sangat tidak pantas dilakukan pada bulan suci umat Islam.
"Memasuki hari ke-4, serangan Israel kepada Iran yang didukung oleh AS itu biadab dan melukai umat Islam, sebab dilakukan pada bulan Ramadan," jelasnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial, terutama terkait sensitivitas waktu pelaksanaan operasi militer yang bertepatan dengan ibadah umat Muslim di berbagai negara.
Amanat UUD 1945 Jadi Landasan Sikap Politik Indonesia
Mardani juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh bersikap diam atas agresi ini. Ia mengutip amanat konstitusi bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan.
"Indonesia harus menegakkan amanat UUD 1945 yang menegaskan hak kemerdekaan bangsa-bangsa dan menolak penjajahan," katanya saat ditemui di Jakarta.
Desakan ini memperkuat tekanan publik agar pemerintah mengambil posisi diplomatik yang lebih jelas di forum internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).















































