Melanie Trump saat memimpin sidang PBB.
FAJAR.CO.ID, WHASINGTON -- Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, memimpin sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 2 Maret 2026, dengan fokus utama pada perlindungan anak-anak yang terjebak dalam konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.
Sidang ini menjadi sorotan tajam karena digelar sehari setelah operasi militer bersama AS dan Israel di Iran yang menewaskan ratusan anak sekolah dasar.
Kontras Antara Seruan Perlindungan Anak dan Realitas Perang
Dalam forum tersebut, Melania Trump menekankan pentingnya menjaga keselamatan anak-anak yang menjadi korban perang dan menyatakan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai melalui pengetahuan serta pemahaman antarbangsa. Ia hadir mewakili Amerika Serikat yang saat ini memegang presidensi bergilir Dewan Keamanan PBB bulan ini.
"Perlindungan anak-anak di tengah konflik bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga fondasi bagi masa depan yang damai," jelas Melania Trump dalam pidatonya.
Sementara itu, operasi militer yang dilakukan AS dan Israel di Iran sehari sebelumnya menimbulkan korban sipil yang besar. Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia melaporkan bahwa serangan itu menewaskan 555 warga sipil, termasuk sekitar 200 anak sekolah dasar. Kejadian ini memicu kecaman keras dari pemerintah Iran yang menyebut operasi tersebut sebagai bukti kegagalan diplomasi.
Kecaman Iran dan Tuduhan Munafik terhadap Sidang PBB
Duta Besar Iran untuk PBB mengecam sidang yang dipimpin Melania Trump sebagai tindakan "munafik" mengingat serangan militer yang menewaskan banyak anak-anak baru saja terjadi. Pernyataan ini menyoroti ketegangan dan perdebatan global mengenai keseriusan komitmen negara-negara besar dalam melindungi anak-anak di zona konflik.
















































