Mengenal Kiprah Sayyed Mojtaba Khamenei, Penerus Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

9 hours ago 6
Pemimpin Baru Republik Islam Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Dalam momen penting bagi Republik Islam Iran, Majelis Pakar Iran telah memilih Sayyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru negara itu. Menggantikan ayahnya, Sayyed Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan awal agresi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Keputusan ini menandai transisi bersejarah bagi kepemimpinan Iran di tengah ketidakpastian global yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang diakibatkan oleh keputusan Amerika-Israel untuk melancarkan perang eksistensial terhadap Republik Islam Iran.

Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun lahir pada tahun 1969 di kota suci Mashhad dan telah menghabiskan seluruh hidupnya berkecimpung dalam politik revolusioner dan kajian keagamaan. Tidak seperti banyak penerus politik yang mencapai ketenaran melalui posisi pemerintahan formal, Mojtaba Khamenei naik melalui jalur informal, membangun jaringan hubungan yang luas di seluruh aparat keamanan Iran, lembaga keagamaan, dan lingkaran politik.

Kehidupan yang Dibentuk oleh Revolusi

Masa kecil Mojtaba berlangsung selama periode paling penting dalam pembentukan Republik Islam. Lahir beberapa bulan sebelum Revolusi Islam 1979 yang mengubah Iran, ia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat religius dan politis di jantung lembaga-lembaga revolusioner. Paparan awalnya terhadap pembangunan negara, proses pengambilan keputusan, dan pemerintahan memberinya pemahaman mendalam tentang mesin politik Iran yang jarang dimiliki oleh orang-orang sezamannya.

Pada masa pembentukannya, ia memilih untuk mengejar pendidikan agama tingkat lanjut di seminari-seminari Qom, pusat teologi utama bagi Islam Syiah. Di sana, ia mengabdikan dirinya untuk mempelajari yurisprudensi Islam dan prinsip-prinsip hukum Islam, mencapai tingkat pendidikan seminari tertinggi, yang mendahului pangkat marja (sumber teladan). Landasan keilmuan ini membedakannya dari banyak tokoh politik Iran dan memberinya kredensial keagamaan yang diperlukan untuk kepemimpinan Republik Islam.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |