Menguatkan Literasi Melalui Lingkar Baca: Mengubah Membaca Menjadi Peristiwa Sosial di Bulukumba

8 hours ago 7
Lingkar baca di Bulukumba

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA -- Di Bulukumba, sebuah inisiatif sederhana namun bermakna mengubah cara masyarakat memandang membaca.

Lingkar Baca Rumah Buku SaESA hadir sebagai ruang temu yang sengaja dirawat untuk meneguhkan literasi sebagai peristiwa sosial, bukan hanya aktivitas individual.

Program ini menjadi bagian dari "April Bulukumba Membaca" yang berlangsung di Bontonyeleng, menghidupkan denyut literasi yang terus mengalir dari satu pembaca ke pembaca lain.

Lingkar Baca: Ruang Literasi yang Dirawat dan Dijaga

Lingkar Baca Rumah Buku SaESA tidak menampilkan kemewahan atau panggung megah. Hanya ada buku, rumput sederhana, dan orang-orang yang duduk melingkar, membangun suasana percakapan yang jujur dan hangat.

Eva, fasilitator kegiatan, menegaskan bahwa yang perlu dirawat bukan hanya buku, melainkan ruang literasi itu sendiri yang bisa hilang jika tidak ada yang mau tinggal dan menjaga.

"Merawat yang seharusnya dirawat, menjaga yang seharusnya dijaga," katanya menekankan pentingnya keberlanjutan ruang baca yang akrab dan inklusif.

Konsistensi Menjadi Kunci Kesuksesan

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (1/4/2026) dari pukul 16.00 hingga 17.30 WITA ini memang terasa singkat, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa literasi tidak membutuhkan waktu panjang, melainkan konsistensi. Peserta seperti Noval menyampaikan harapannya agar pertemuan ini dapat diadakan setiap minggu.

"Bagus ini kalau setiap minggu ki adakan, kak," ujar Noval dengan penuh harapan agar Lingkar Baca menjadi kebiasaan, bukan sekadar agenda sesaat.

Literasi Sebagai Sikap dan Peristiwa Sosial

Lingkar Baca bukan sekadar metode membaca bersama, melainkan sebuah sikap memilih untuk tidak berjalan sendiri di antara buku-buku. Ia mengubah membaca yang biasanya sunyi menjadi peristiwa sosial yang mengikat dan menyatukan komunitas pembaca.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |