Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya anggapan Indonesia tengah dilanda krisis ekonomi buntut dari konflik global.
Ia mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam fase ekspansi dan jauh dari krisis, meskipun sedang dihadapkan dengan tekanan global.
Menurut dia, daya beli masyarakat tetap kuat yang tercermin dari tingginya aktivitas konsumsi selama periode Lebaran.
“Siapa yang bilang krisis? Baru Lebaran kemarin kan? Di mana-mana macet, di semua tempat pada belanja. Artinya daya beli ada dan kalau kita lihat, dari indikator-indikator yang ada, (ekonomi) kita memang sedang gerak lebih cepat,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (28/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap terjaga. Hal ini antara lain tercermin dari survei konsumen, indeks PMI Manufaktur, serta peningkatan penjualan kendaraan.
“Kan saya lihat dari survei konsumen, survei PMI, survei pembelian mobil, motor. Katanya naik semua kenceng kan? Kalau itu enggak naik, saya enggak bisa bilang (ekonomi) naik,” ujarnya.
Selain itu, Purbaya memastikan dapat meredam dampak kenaikan harga minyak dunia melalui kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tepat, sehingga tekanan eksternal tidak langsung membebani masyarakat.
Lebih lanjut, Bendahara Negara itu juga menyebut prospek ekonomi Indonesia ke depan masih menunjukkan tren ekspansi dalam beberapa tahun mendatang.
“Jadi kita jauh dari krisis, kita malah ekspansi terus. Kalau bola kristal yang saya bilang, leading economic index kita enggak salah sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus,” tuturnya.
















































