Menkeu Purbaya Tegaskan Pemerintah Jaga Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen dengan Efisiensi Anggaran

4 hours ago 7
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 akan tetap dijaga di bawah tiga persen meski tekanan harga minyak dunia meningkat akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah efisiensi anggaran menjadi strategi utama untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Fokus Efisiensi pada Anggaran Biaya Tambahan Kementerian/Lembaga

Purbaya menjelaskan bahwa efisiensi anggaran terutama akan dilakukan pada pos Anggaran Biaya Tambahan (ABT) di tiap kementerian dan lembaga (K/L). Menurutnya, pos ABT kerap membuat anggaran menggelembung sehingga memiliki potensi besar untuk dipangkas.

"Yang ada program tambahan, kami tunda sampai memungkinkan. Namun, sekarang jelas nggak mungkin. Jadi, kami fokus ke anggaran yang ada," jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.

Persiapan dan Pelaksanaan Efisiensi Tanpa Instruksi Presiden

Kementerian Keuangan akan memulai langkah awal dalam menyiapkan rencana efisiensi anggaran bersama K/L selama satu minggu ke depan. Namun, Purbaya menegaskan bahwa belum tentu seluruh rencana tersebut langsung dieksekusi dan pemangkasan anggaran akan disesuaikan dengan kebijakan dari Kementerian Keuangan.

"Namun, belum tentu eksekusi ya. Kalau mau dipotong, mana yang dipotong, kira-kira gitu. Nanti mereka sesuaikan kebijakannya berdasarkan potongan Kementerian Keuangan," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan bahwa pemangkasan anggaran K/L kali ini tidak memerlukan Instruksi Presiden (Inpres) seperti efisiensi belanja yang dilakukan pada awal tahun 2025 melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |