Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi di daerah, utamanya desa.
Ia menyebut kritik terhadap program tersebut kerap muncul dari pihak yang tidak memahami kondisi masyarakat kurang mampu.
Dikatakan Amran, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dirancang sebagai penggerak ekonomi dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari hortikultura hingga peternakan.
“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini penggerak ekonomi di desa, dari hortikultura, sayur-sayuran, hingga peternak ayam dan telur semuanya bergerak. Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin,” ujar Amran di Makassar dikutip fajar.co.id, Rabu (8/4/2026).
Investasi Jangka Panjang untuk SDM
Amran menjelaskan, MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang rentan mengalami kekurangan gizi.
Ia menekankan bahwa program tersebut tidak berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek. Sebab, mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan pelajar yang belum memiliki hak pilih.
“Ini investasi untuk anak-cucu kita. Kita tidak boleh ego, karena masih banyak anak-anak yang kelaparan dan angka stunting kita masih di kisaran 21 persen,” tegasnya.
Penggerak Ekonomi Desa
Selain berdampak pada sektor kesehatan, Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menyebut program MBG turut menciptakan permintaan besar terhadap produk pertanian dan peternakan.


















































