Modal Koperasi Merah Putih Rp3 Miliar Berbentuk Utang: Pengelola Mesti Bayar Cicilan Rp50 Juta Sebulan, Rp600 Juta Setahun

4 days ago 8
Koperasi Desa Merah Putih.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Konten Kreator, Riza Muhammad menyoroti Koperari Desa Merah Putih (KPDM). Mengingat skema modalnya berbentuk utang dengan angka yang fantastis.

Keresahan Riza disampaikan saat berkunjung ke sebuah KDMP di Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Menggunakan sepeda seperti kebiasaannya.

Di video yang dibagikan di media sosialnya, Riza menunjukkan bangunan KDMP. Lalu membacakan sebuah narasi dari telepon genggamnya.

“Bangunan koperasi ini pinjaman senilai Rp3 miliar. Rincian Rp3 miliar itu adalah Rp2,5 miliar untuk bangunan, jadi meliputi bangunan koperasinya, mobil, dan sarana penunjang,” kata Riza.

Dia menjelaskan, Rp500 juta itu untuk modal perputaran barang dan isiannya. Semuanya utang, dan harus dikembalikan beserta bunga 4 persen per tahun.

“Jadi begitu kita ready, duit modal diterima dan bangunan sudah dibikin, maka bulan depan kita sudah harus bayar angsuran Rp50 juta per bulan atau cicilan Rp600 juta per tahun,” beber alumni Universitas Padjadjaran itu.

“Untuk menghasilkan Rp50 juta laba bersih per bulan, jika margin koperasi 5 persen, maka menghasilkan Rp50 juta dibagi 5 persen, sama dengan Rp1 miliar omset per bulan. Artinya koperasi harus memutar omset Rp33 juta per hari. Stabil,” tambahnya.

Kalau marginnya 3 persen, maka Rp50 juta dibagi 3 persen, harus menghasilkan Rp1,67 miliar omset per bulan.

“Ngeri sekali ya, apakah sanggup nanti?” tanya Riza.

Menurutnya, yang menjadi pertanyaan besar apakah tiap desa punya daya beli sekuat itu. Baginya, itu tidak bisa digaransi.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |