Moderasi Muhammadiyah Tegaskan Pentingnya Mengelola Perbedaan dengan Adab dan Persaudaraan

5 hours ago 9
Mendikdasmen yang juga Sekretaris PP Muhammadiyah saat berpidato pada acara Syawalan di Pusdam Sulsel.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah yang digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026, di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa perbedaan dalam masyarakat bukanlah alasan untuk bertengkar, melainkan sebuah kenyataan yang harus dikelola dengan lapang dada dan adab demi menjaga persaudaraan serta berlomba dalam kebajikan.

Perbedaan sebagai Kenyataan yang Harus Dikelola

Prof Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa perbedaan manhaj dan praktik keagamaan, seperti yang dimiliki oleh Muhammadiyah, NU, dan organisasi lain, adalah bagian dari ujian yang diberikan Allah. Ia menegaskan bahwa Allah tidak menghendaki umat manusia seragam, melainkan menguji dengan keragaman yang ada agar umat dapat berlomba-lomba dalam kebaikan.

"Muhammadiyah punya manhaj, NU juga punya manhaj, Al Khairat dan organisasi lain punya manhaj, dan itu tidak bisa dihindari. Kalau Allah menghendaki kamu dijadikan umat yang seragam, yang semuanya sama. Tetapi Allah hendak menguji kamu dengan apa yang telah diberikan kepada kamu sekalian. Karena itu jalan keluarnya adalah fastabiqul khairat, berlomba-lombalah kamu untuk menjadi yang terbaik," katanya saat menyampaikan ceramah.

Menolak Saling Menegaskan Siapa Paling Benar

Mu’ti juga mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam kebiasaan merasa paling lurus atau menentukan siapa yang lebih layak masuk surga. Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam ijtihad adalah sebuah ikhtiar yang tetap bernilai di hadapan Allah, dan yang lebih berbahaya adalah mereka yang memperkeruh suasana dengan menjadikan perbedaan sebagai bahan bakar pertikaian.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |