Muktamar X PPP Justru Lahirkan Dualisme, Pengamat Sebut Pemilu 2029 Bisa Semakin Berat

3 months ago 64
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (27/9), bukannya mengantar kader lebih solid.

Kader partai berlambang Kakbah itu justru memperbesar keretakan. Hal itu ditandai terjadi dualisme atau saling klaim sebagai pihak yang terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2025-2030.

Setidaknya kepengurusan DPP PPP saat ini terbagi pada dua kubu yakni pada kubu Mardiono serta kubu Agus Suparmanto. Keduanya mengklaim terpilih dalam arena Muktamar secara aklamasi.

Dengan adanya dua kubu yang saling klaim sebagai Ketum PPP terpilih, kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan keretakan serius di tubuh partai berlambang Ka'bah tersebut.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menegaskan dualisme kepemimpinan dalam partai politik akan selalu menjadi hambatan besar bagi soliditas organisasi. Terlebih, PPP mempunyai pekerjaan rumah (PR) besar untuk kembali melenggang ke parlemen pada Pemilu 2029.

“Dimanapun dualisme itu tak kondusif untuk soliditas partai. Apalagi PPP di Pemilu 2024 lalu tak lolos parlemen, tentu ini bisa menghambat konsolidasi internal mereka,” kata Adi dilansir JawaPos.com, Minggu (28/9).

Jika dualisme ini tidak segera diredam, maka peluang PPP untuk bangkit menuju Pemilu 2029 akan semakin tipis. Adi menekankan perlunya langkah damai dan rekonsiliasi di internal partai agar tidak terjadi perpecahan yang lebih dalam.

“Harus ada upaya mendamaikan kedua belah pihak sebelum konflik dualismenya merembet ke mana-mana. Terutama figur senior dan berpengaruh di PPP harus cari jalan keluarnya yang terbaik,” ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |