FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Peralihan musim saat ini terjadi di Indonesia dari musim hujan yang kini memasuki musim kemarau.
Hanya saja, belum sepenuhnya wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau. Diketahui, baru ada sekitar 7 persen Zona Musim (ZOM) yang beralih.
Selain musim kemarau yang sudah ada di depan mata, Indonesia juga diprediksi akan menghadapi fenomena El Nino Godzilla yang skalanya disebut cukup besar dan berkepanjangan.
Ada peluang 50-80% fenomena El Nino yang berkembang pada semester kedua 2026.
Berdasarkan pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat tren menuju El Nino kategori lemah hingga moderat, walaupun sekarang ini masih dalam fase netral.
"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip dari keterangan laman resmi BMKG
Musim Kemarau tapi Beberapa Wilayah Masih Diguyur Hujan
Indonesia yang saat ini memasuki masa peralihan ke musim kemarau dan bakal menghadapi El Nino yang kemungkinan berkepanjangan.
Namun, sampai saat ini BMKG sendiri masih sering memberikan kabar terkait beberapa wilayah yang masih diguyur hujan dengan intensitas lebat sampai sangat lebat.
Penyebab Hujan Masih Sering Turun
BMKG menerangkan sekarang ini kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) masih berada dalam fase netral.
Karena inilah, BMKG menyebut situasi itu belum sepenuhnya cuaca di Indonesia dipengaruhi fenomena El Nino.


















































