Menteri HAM Natalius Pigai
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebt Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh pejabat mengutuk penyiraman air keras. Terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
“Perintah Presiden kepada semua Pejabat Negara termasuk Menteri HAM, Kapolri, Bakom Pemerintah dan semua pejabat negara telah mengutuk dan bekerja keras,” tulis Natalius dikutip dari unggahannya di X, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, apa yang dilakukan negara hari ini merupakan sejarah.
“Baru pertama kali dalam sejarah setelah reformasi (25 tahun) Indonesia dipimpin 6 Presiden,” ujarnya.
Pasalnya, kata dia, waktu pengungkapan tersangkanya tak lebih dari tujuh hari.
“Kasus Andre Yunus tokoh masyarakat sipil yang menjadi korban penyiraman air keras terbongkar dalam jangka waktu tidak kurang dari 7 hari,” imbuhnya,
“Sejarah akan mencatat bahwa Pemerintah Prabowo tidak akan pernah membiarkan kejahatan (konspiratif) terjadi di Indonesia. Hari ini Negara secara nyata sudah hadir di tengah rakyat Indonesia,” sambung Natalius.
Empat Personel Diamankan di Puspom TNI
Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Mereka kini berada dalam proses pemeriksaan lanjutan.
"Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka ini sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," kata Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto.
Penahanan ini menjadi langkah awal untuk mengurai peran masing-masing dalam peristiwa yang menimpa Andrie Yunus.
















































