Nilai Tukar Rupiah Sentuh Angka Rp17.086 per Dolar AS, BI Merespons

16 hours ago 12
Ilustrasi rupiah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Selasa (7/4/2026), rupiah tercatat berada di level Rp17.086 per dolar AS.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan, terutama karena tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut seiring meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan dinamika ekonomi internasional yang belum stabil.

Merespons perkembangan tersebut, Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah saat ini tidak terlepas dari dampak langsung ketidakpastian geopolitik global yang masih tinggi dan berkepanjangan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa bank sentral menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai prioritas utama dalam menghadapi tekanan eksternal tersebut.

Untuk menjaga ketahanan mata uang Garuda, BI berkomitmen mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki.

"Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia. Karena itu, BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter yang tersedia guna menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4).

Destry menjelaskan, berbagai langkah strategis terus ditempuh untuk memastikan pergerakan rupiah tetap berada dalam kisaran yang wajar. BI juga memastikan kecukupan likuiditas di pasar serta menjaga kehadiran aktif di pasar keuangan.

Selain itu, Bank Indonesia secara intensif melakukan pemantauan dan intervensi di berbagai segmen pasar valuta asing guna meredam fluktuasi yang berlebihan.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |