Partai Demokrat Tuding Upaya Menutupi Dokumen Kasus Pelecehan Seksual Trump

13 hours ago 11
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: ANTARA/REUTERS/Tom Brenner

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON -- Partai Demokrat menuduh pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mengatur apa yang mereka sebut sebagai upaya menutup-nutupi kasus terbesar pemerintah dalam sejarah modern, setelah dokumen yang terkait dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap Trump dilaporkan tidak dirilis.

Kontroversi ini berpusat pada rilis berkas yang terkait dengan Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang tercela, yang sebelumnya dihukum karena perdagangan seks dan kejahatan seks lainnya.

Dokumen yang Hilang dalam Kasus Epstein Dirilis

Departemen Kehakiman AS merilis jutaan dokumen terkait kasus Epstein berdasarkan undang-undang transparansi yang disahkan tahun lalu. Namun, NPR melaporkan adanya celah dalam catatan yang terkait dengan pengaduan tahun 2019 yang diajukan oleh seorang wanita yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual.

Menurut laporan tersebut, indeks dan nomor seri dalam berkas investigasi menunjukkan bahwa agen FBI melakukan empat wawancara dengan pengadu dan menyiapkan ringkasan serta catatan. Namun, hanya satu ringkasan yang dipublikasikan dalam basis data publik, sementara tiga ringkasan tambahan, yang berjumlah lebih dari 50 halaman, tidak dipublikasikan.

Trump berulang kali membantah melakukan kesalahan apa pun, menegaskan bahwa rilis berkas Epstein telah membersihkannya dari tuduhan.

Tanggapan Departemen Kehakiman

Menanggapi kritik dari Partai Demokrat, Departemen Kehakiman menyatakan bahwa materi yang tidak dipublikasikan termasuk dalam kategori yang dilindungi secara hukum, termasuk duplikat atau dokumen yang terkait dengan investigasi federal yang sedang berlangsung.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |