Denny Siregar
Fajar.co.id, Jakarta -- Pemerintah Indonesia secara resmi membatalkan rencana penerapan sekolah daring yang sempat diagendakan mulai April 2026.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dampak besar terhadap kualitas pendidikan dan efektivitas belajar siswa.
Pegiat media sosial yang juga dikenal sebagai produser film, Denny Siregar, turut menanggapi keputusan tersebut.
Menurut dugaannya, pembatalan itu dilakukan karena ada kaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus tetap jalan.
"Karena bingung apakah MBG harus diantar ke rumah atau disuruh ambil sendiri di sekolah saat belajar online, akhirnya kebijakan itu dibatalkan," tulis Denny Siregar dikutip dari akun media sosial Facebooknya, Rabu (25/3/2026).
Warganet pun ramai mengomentari postingan Denny Siregar itu. Mayoritas ikut mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai semakin amburadul sejak MBG diberlakukan.
"Yang dipikirkan presidan yang penting perut, pendidikan pikir belakangan," tulis akun @Ary***
"Pejabat kita ..nomor satu bacot dulu..mikir belakangan," balas lainnya.
"Kalau diantar dari rumah ke rumah misalkan di NTT Jarak rumah pertama ke rumah berikutnya bisa 2,3 kilo jalan naik turun kayak APBN," kritik warganet lainnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa pembelajaran daring saat ini tidak menjadi sebuah urgensi.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah memilih untuk mempertahankan sistem pembelajaran tatap muka sebagai prioritas utama.

















































