Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief,
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang Ramadhan hingga Lebaran, periode yang identik dengan lonjakan konsumsi, pemerintah didesak untuk memperketat pengawasan rantai pasok dan menjaga stabilitas harga bahan makanan guna mencegah tekanan inflasi yang berlebihan.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya langkah antisipatif sejak dini. Ia menilai pola musiman menjelang hari besar keagamaan hampir selalu diikuti peningkatan permintaan dan potensi kenaikan harga yang signifikan.
Hendry menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya memantau pergerakan harga saja, tetapi juga harus memastikan ketersediaan bahan baku di pasar tetap aman selama periode permintaan tinggi.
"Kami harapkan pemerintah terus mengontrol, mengawasi, dan mencarikan solusi atas potensi persoalan ketersediaan bahan baku, termasuk harganya," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Hendry, keseimbangan antara permintaan dan pasokan harus dijaga secara cermat agar lonjakan konsumsi tidak memicu gejolak harga yang berlebihan. Peningkatan konsumsi masyarakat biasanya mendorong permintaan berbagai komoditas utama seperti tepung, daging, susu, dan minyak goreng.
"Tingginya konsumsi masyarakat menyebabkan naiknya permintaan atas bahan baku seperti tepung, daging, susu, minyak goreng, dan lain-lain. Para pelaku UMKM sangat berkepentingan atas hal ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Hendry mengingatkan bahwa lonjakan harga yang terlalu tinggi berisiko menahan daya beli masyarakat. Namun, kenaikan harga dalam batas wajar masih dapat dipahami konsumen selama didorong oleh peningkatan permintaan musiman.
Sementara itu, Hendry berharap momentum peningkatan konsumsi ini dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kendati demikian, pemerintah harus tetap mewaspadai potensi gangguan stabilitas harga agar dampak negatif bagi masyarakat dan pelaku usaha dapat diminimalkan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































