Ilustrasi beasiswa LPDP. (INT)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menanggapi pernyataan pemerintah terkait beasiswa LPDP agar orang kaya tidak ambil beasiswa penuh, penulis kondang Tere Liye menyampaikan pandangannya.
Alumni Fakultas Ekonomi UI itu, menuturkan, lewat pernyataan Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP, Sudarto, pemerintah benar-benar telah menabuh gendang, mengajak netizen berjoget sedemikian rupa ikut menari.
"Dalam peraturan hari ini, LPDP ke LN itu adalah beasiswa prestasi. Merit-based," beber Tere Liye, dikutip dari akun Facebooknya, Kamis (26/2/2026).
Afirmasi memang ada, tapi tetap intinya prestasi. Ngerti nggak arti kata prestasi? Artinya, siapapun yang lolos seleksi, dia berhak. Mau dia anak Elon Musk pun dia berhak.
"Nah, jika kamu mendadak menghimbau orang kaya agar tidak ambil beasiswa penuh; sementara peraturannya tidak bilang begitu, peraturannya bilang siapapun boleh daftar, maka kamu benar-benar menabuh gendang, agar netizen terus berjoget membahas soal ini," sambung Tere Liye yang diketahui juga seorang akuntan.
Menurutnya, pernyataan tersbeut membuat rakyat lupa MBG terus pesta pora, argonya jalan tiap hari, triliun demi triliun mengalir deras.
Hal ini, lanjut Tere Liye, membuat netizen punya pembenaran menghujat anak-anak yang sudah lolos secara fair, adil, tapi hanya karena mereka anak orang kaya, mantan pejabat, artis, sekarang jadi sasaran hujatan, tuduhan. Crazy.
"Apa salah artis saat dia lolos LPDP karena otaknya sendiri, bukan karena Paman Usman," sindir Tere Liye.
Sejak 10 tahun lalu LPDP ini ribut-ribut melulu, dan begitulah, 2030, 2040 tetap akan ribut. Karena memang sengaja dibuat begitu konsepnya. Biar ribut. "Kamulah yang tidak bermoral, dan tidak beretika dengan membuat pernyataan begini," tegas Tere Liye.

















































