Pemerintah Impor Alkohol dari AS demi Genjot Wisatawan, Gus Hilmi: Semoga Ada Ulama yang Ingatkan Langsung Presiden

8 hours ago 9
Ilustrasi Varian wine sparkling dari Sababay Winery.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Setelah KH Muhammad Cholil Nafis, kini Gus Hilmi Firdausi yang menyesalkan rencana pemerintah Indonesia impor alkohol dari Amerika Serikat demi menggenjot wisatawan.

Melalui cuitannya di X @hilmi28, ia berharap ada ulama yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto agar merenungi kembali rencana tersebut.

"Semoga ada ulama yang berani mengingatkan hal ini langsung di hadapan beliau (Prabowo)," kata Hilmi dikutip fajar.co.id, Kamis (26/2/2026).

Penjelasan Pemerintah

Di sisi lain, pemerintah memberikan penjelasan terkait rencana tersebut. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut kebijakan itu merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–AS.

Kata Haryo, keberagaman produk menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

"Ketersediaan produk yang beragam dan berkualitas mendukung daya saing industri Indonesia sebagai destinasi internasional serta meningkatkan tourism spending," ujar Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak mengabaikan industri dalam negeri.

Produk minuman beralkohol domestik seperti bir dan wine tetap didorong sebagai komoditas ekspor unggulan.

Tetap Ikuti Ketentuan Hukum

Pemerintah juga menegaskan bahwa setiap produk impor wajib mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Seluruh impor minuman beralkohol juga tetap tunduk pada persyaratan perizinan, keterangan informasi, dan ketentuan keamanan makanan-minuman di BPOM,” tukasnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |